Perjalanan Para Pejuang

Perjalanan panjang penuh makna

Perjalan pekan ini diawali dengan perjalanan sekitar satu jam bersama Al menuju PB Taxand di Menara Inperium Kuningan, jakarta Selatan dengan menggunakan sepeda motor. Kami beramgkat pukul 17 00 agar datang sebelum agenda dimulai, perjalanan dimulai dan akhirnya sampai tujuan saat shalat berjamaah keloter pertama di Mushalla Menara Imperium. Perjalanan panjang dari Kelapa Dua alhamdulillah berjalan dengan lancar dan mengamankan nilai disiplin dengan datang tepat pada waktunya, selain itu kami ada waktu untuk beriatirahat sambil makan sebelum acara dimulai. Selama makan berkangsung saya melihat peserta Toast Mater ini berbincang dengan style bahasa inggris yang berbeda, karena terdapat dari mereka yang bersal dari luar negeri, tentunya menjadi nilai tambah untuk improving dalam kemampuan coversation. Pada akhirnya, pengumuman lelas dimulai diperdengarkan kepada semua, dan pertemuan dimulai. Pada awal sesi kelas tersapt pembagian tugas diantara member toastmaster, ada yang MC, presenter, evaluator, timekeeper, pemeriksa grammar, pemerika Aaa, dengan nanti akan ada sesi mereka untuk menyampaikan hasilnya. Perjalanan jauh berbuah manis, karena dapat belajar dari sistem dan budaya yang ditawarkan toast master sangat menarik, setiap member punya kesempatan yang sama secara bergilir dan diperbolehkannya penyampai dari luar, menurut saya santai namun professional. Saya sangat tertarik ketika sesi penyampaian dari TM Leni, karena saya melihat sangat menjiwai presentasinya, terlihat sangat berbeda, dengan gestur, tune berbicara dan gayanya yang menarik, dia menyampaikan terkait dengan perjalannya selama belajar di TM, kesungguhan dan kegigihannya dari bisa sedikit sehingga menjadi best speaker pada malam ini adalah buah kesungguhan dengan hati. Pada sisi lain, saya meliahat presentor lainnya dari sego materi menarik, tetapi dia tidak menjiwai yang dibawanya jadi terlihat hambar dan saya yang belum bisa sangat baik bahasa inggris merasakan hal itu. Akhirnya, proses belajar pada sesi malam ini mengajarkan untuk saya menjiwai setiap agenda yang dilalui.

Perjalanan berjanjut pada keesokan harinya, malam ini bersama dengan Bagus melewati perjalanan sekitar 50 menit ke Rumah Makan Gratis. Agenda malam ini adalah berkunjung ke tokoh inapiratif yaotu Pak Adit. Sesampainya pada lokasi tujuan, kami dihadapkan pada tempat yang cukup luas dengan beralaskan sajadah masjid, jajaran makanan siap makan ditambah dengan minumnya serta buah yang tersedia. Tanpa perlu lama kami dipersilahkan untuk makan, tanpa panjang kata kami pun makan dan merasakan buah dari tangan orang hebat yang fenomenal ini. Sosok fenomenal tersebut adalah Pak Adit, Allah SWT telah mengangkatnya karena aksi yang dibuatnya hingga pada tataran nasional, bahkan internasional. Tutur Pak Adit pada sesi bicang tokoh malam ini yaitu, “Saya bersal dari kampung dengan tidak ada rumah, pakain seadanya, tidak ada bekal dan saudara, tapi nekad berangkat ke Jakarta” Sungguh mustahil dan sulit dipercaya, orang tersebut kini menjado trendsetter dan masuk pada televisi nasional dan lama berita nasional. Setelah mendegar ceitanya sungguh tidak heran, karena tangan Allah bermain disini, bagaiman tidak? Berawal dari pemulung yang membuatnya iba sampai membuka ruang petak untuk makan dengan modal seadanya dia melakukan hal itu dengan sebisanya, ta berfikir panjang dia buka tempat makan, terus berjalan, sampai datang banyak sekali pertolongan dari berbagai lihak kepadanya. Tidak sampai disitu, komitmen tingginya tidak pudar ketika uangnya habis, justru membuahkan tempat makan yang lebih luas dan kokoh seperti saat ini. Kata dia “Modalnya tidak ada, saya berdoa dan meminta doa kepaada orang yang sakit, karena orang sakot beribu malaikat akan mengaminkan” MasyaAllah. Saya refleksi pada diri, apakah perlu modal untik kaya? Untuk berbagi? Untuk maju? Ternyata didepan saya ada contoh rill, orang yang Allah tunjukkan jalannya. Maka, saya pun sangat semangat untuk setidaknya minimal membuat orang terdekat itu nyaman, jadi orang yang peling peduli, paling aktif di masyarakat dan banyak aksi.

Akhirnya, perjalanan pekan ini mengajarkan aaya bahwa hidup itu berproses, kesungguhan dan penjiwaan dalam setiap aktivitas membuat improving semakin peaat berjalan, bukan hanya masalah kecil namun masalah besar pun tak ada kuat mengahalangi aksi kita.

Wallahu ‘Alam Bisshowab

Muhammad Vikri – FISIP 2016

You May Also Like

This is Sulthan!!

Berguru dari mentor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *